Selasa, 18 September 2012

usiaku

bertambahnya usiaku berharap bertambah kepintaran dalam berpikir bertindak dan mengambil sebuah keputusan,, keputusan yg sebelumnya sudah aku buat lalu dengan berani aku membatalkannya,, semakin tua tingkah dan sikapku berharap lebih benar,bkan lebih menyakitkan orang-orang sekitarku.. mama dan babe yng telah q kecewakan q berharap mereka bisa menerima dengan lapangdada keputusanku ini bahwa q tidak jdi menikah dengan orang yang mencintaiku,, karena q tidak bsa mencintai dia, q tidak ingin bersamanya itulah keegoisanku tpi itulah resiko yng harus dia terima apakah dia mau menikah dngan orang yng tidak mencintai dia,,,,
q ingin lebih bisa bertanggungjawab lagi dengan sikap, tingkah, perkataan dan perbuatan yang telah q perbuat dalam masa untuk kedewasaan
banyak cerita yg ingin q ungkapkan dsni tentang kehidupanku tpi sepertinya butuh byak waktu luang jg...
ternyata banyak yng menyayangiku namun banyak jg yang harus tersakiti, q ingin menjadi orang yng lebih berguna lagi bukan sebagai penjahat cinta,,
ada cinta, ada pula sakit hati..
ada mencintai dan ada pula yng tak saling mencinta..
ada kebahagiaan dan ada pula kekecewaan..
ada kehidupan baru dan tak lama ada akhir hidup..

aku risa, yng hdup hanya utk menyulitkan orang-orang sekitarku saja, orang tuaku, keluargaku, sahabat-sahabatku,  para lelaki yang pernah dan akan mencintaiku...huuuuft apakah q hanya bsa menjadi manusia rendahan yang tidak bsa memiliki derajat kehidupan yng layak utk jati diri yng sulit q temui.q bukan manusia baik makanya q merasa tidak memiliki derajat di kehidupan ini..

capek aah ngetik:D makin deras nanti air mataku... T_T

Minggu, 01 April 2012

kali ini bukan tentang asmara tapi pekerjaan ..hahaha

status pekerjaan yang membuat kami tenaga honorer di pemerintahan kota bontang tergantung,,, ga hanya aku tapi ratusan kawan-kawanku lainnya mengalami kegalauan ni.. tenaga kami, partisipasi kami tidak dianggap, tidak dihargai, masih terkatung-katung sampai saat ini...haaaaaaah..sampai kapan bakalan begini... kalian para pemimpin bisa gaa sih berpikir lebih jernih ,lebih logic, dan jangan lupa pakai perasaan juga...serta kalian harus tegas jangan mencla-mencle ... kebijakan yang kalian buat belum tentukaaaan kalian berani bertanggungjawab...
tanggal 25 jan 2012...
hal yang menyedihkan buatku..aq dan dia mengakhiri hubungan sebagai pasangan kekasih dan sekarang aq sendiri dan dia pun sndri ,,, tapi kami komunikasi tapi hanya perbedaan status saja yang membedakan kita.., sampai harini tanggal 02 april 2012 aq belum bisa melupakan dia bahkan sampai masih merindukan dia, q berharap dia pun begitu merindukanku,, kalau toh dia tidak merindukanku yaa sudahlah biarkan saja...perihal kenapa aq bisa putus dengan dia, karena dia tidak memberi toleransi lagi atas kesalahanku untuk kesekian kalinya,, kesalahan itu adalah aku masih komunikasi dengan sang mantan lewat chatting... q pikir q hanya menjalin komunikasi biasa , dan yang pasti kan q tidak memiliki status spesial lagi dengan mantan...pada saat dia tau akan hal itu, dia marah besar dan gaa memaafkan aku,, tidak memberi kesempatan utk menjadi lebih benar...sbenarnya perkelahian itu terjadi 14 januari dan q hanya bisa diam saat itu aku galau , stress abis.. sedangkan tgl 16 s/d 21 januari itu aku ujian akhir smester di kmpus dan ujian skripsi , bayangkan kondisi sperti itu q harus membagi otakku menjadi beberapa bagian serta membagi perasaan yang sukar untuk dijelaskan, otak terbagi memikirkan UAS , Ujian Skripsi, dan Kerjaan + berpikir bagaimana cara utk menjelaskan dan menyelesaikan masalahku dengan dia, dan perasaan yang terbagi antara deg-degan menghadapi ujian skripsi serta perasaan yang galau bukan kepalang...dan maksud pemikiranku adalah q sengaja mendiamkan ini karena aku ingin melewati perihal tentang kampusku...tapi dia malah marah yang besar sekali karena dia bilang tidak suka akan diamku..bagaimana q gaa diam kalo permasalahanku sendiri juga banyak..tapi akhirnya puncak dari hubungan itu yaa tgl 25 januari 2012 dia memutuskan aku.. lewat chatting..hahahaha cwo cemen...